Ingin ku tulis sesuatu, di selembar kertas tentang kamu.
Lalu kulempar di tumpukan sampah bersama anjing.
Sudah muak diriku, mendengar kata surga darimu.
Janji dan hanya janji yang selalu kau ungkap.
Hanya nol yang terealisasi, tiada yang terwujud.
Tak perlu lagi kau ucapkan kata… untukku.
Sekarang kamu coba sejenak mendengarkan curhatku.
Agar kau tahu apa mau diriku…
Tetapi pernahkah kamu mengerti…
Atau kamu memang tak punyai hati.
Sudah…pergi saja…aku tidak butuh dirimu.
Atau…sebelum terlambat…
Lebih baik diriku saja yang pergi…

